Ngawi (bahasa Jawa: Hanacaraka: ꦔꦮꦶ, Pegon: ڠاوي translit. Ngawì; pengucapan bahasa Jawa: [ŋaˈwi]) adalah kabupaten yang berada di bagian barat Provinsi Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kecamatan Ngawi. Berdasarkan Data Dukcapil, penduduk Kabupaten Ngawi pada tahun 2023 berjumlah 904.094 jiwa dan berjumlah 907.002 jiwa pada pertengahan 2024. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ngawi pada semester 1 tahun 2026, jumlah penduduk Kabupaten Ngawi meningkat menjadi 912.783 jiwa.[4]
Wilayah Kabupaten Ngawi terdapat Bengawan Solo dan Bengawan Madiun, dua sungai besar yang bertemu di wilayah Kota Ngawi. Ngawi sangat strategis, karena berada di persimpangan jalur ke arah Bojonegoro, Cepu, Madiun, Maospati, Magetan, Yogyakarta dan ke arah Surabaya.
Etimologi
Kata Ngawi merupakan turunan kata dalam bahasa Jawa Kuno yaitu awi yang berarti bambu. Kata awi kemudian memperoleh imbuhan Ng yang menandakan bahwa di daerah ini terdapat banyak pohon bambu.[5] Seperti halnya dengan nama-nama di daerah-daerah lain yang banyak sekali nama-nama tempat (desa) yang dikaitkan dengan nama tumbuh-tumbuhan. Seperti Ngawi menunjukkan suatu tempat yang di sekitar pinggir Bengawan Solo dan Bengawan Madiun yang banyak ditumbuhi bambu.[6]
Sejarah
Artikel utama: Sejarah Ngawi
Masa pemerintahan Kerajaan Majapahit
Wilayah Ngawi telah menjadi bagian dari Kerajaan Majapahit pada tanggal 7 Juli 1358 M ketika Hayam Wuruk memerintah. Informasi ini disebutkan dalam Prasasti Canggu yang berangka tahun 1280 dalam kalender Saka. Status Ngawi pada masa ini adalah daerah otonom yang berbentuk desa dengan tugas utama mengelola penyeberangan di sungai.[7]